Dalam rangka meningkatkan kualitas dan daya saing proposal dosen, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas menyelenggarakan Klinik Proposal Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kemdiktisaintek pada Rabu, 24 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini diikuti oleh para dosen dan peneliti dari program studi yang antusias untuk mendapatkan pendampingan teknis dalam penyusunan proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan Kemdiktisaintek.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala LPPM Universitas, Ibu Susanti, S.ST., Bdn., M.Keb. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan Klinik Proposal ini merupakan bagian dari komitmen LPPM dalam mendorong peningkatan mutu penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan universitas. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat membantu dosen memahami skema hibah, substansi proposal, serta strategi agar proposal yang diajukan lebih kompetitif dan sesuai dengan panduan yang berlaku.
Sebagai narasumber utama, kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Rifda Naufalin, SP., M.Si, dari Universitas Jendral Soedirman yang memberikan pemaparan mendalam terkait strategi penyusunan proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Kemdiktisaintek. Materi yang disampaikan meliputi pemahaman skema hibah, kesesuaian topik dengan roadmap penelitian, penyusunan luaran, hingga kesalahan umum yang sering terjadi dalam proposal.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab, di mana para peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan serta mendiskusikan kendala yang dihadapi dalam penyusunan proposal. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi berlangsung.
Melalui kegiatan Klinik Proposal ini, diharapkan para dosen dan peneliti dapat meningkatkan kualitas proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mampu berkontribusi lebih optimal dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta pemberdayaan masyarakat, sekaligus meningkatkan perolehan pendanaan hibah dari Kemdiktisaintek.












