Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat menuntut perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga motor penggerak pembangunan daerah. Melalui pengelolaan potensi lokal yang berbasis inovasi dan riset, perguruan tinggi diharapkan mampu mendorong kemandirian serta meningkatkan daya saing daerah secara berkelanjutan. Potensi lokal baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun kearifan lokal memiliki nilai strategis apabila dikembangkan secara ilmiah dan aplikatif untuk menjawab tantangan pembangunan masa kini.
Sebagai wujud komitmen terhadap peningkatan mutu tridarma perguruan tinggi, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Al Irsyad Cilacap (UNAIC) menggelar forum strategis untuk mendiseminasikan hasil penelitian dan pengabdian dosen serta mahasiswa yang relevan dan berdampak bagi masyarakat dengan menyelenggarakan Seminar Nasional UNAIC National Conference (UNNESCO) ke-3 Tahun 2025 pada tanggal 23 Desember 2025 melalui platform Zoom. UNNESCO tahun ini mengusung tema “Kemandirian & Daya Saing Potensi Lokal: Peran Inovasi & Riset Teknologi”. Bahwa Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Indikator Kinerja Tambahan (IKT) UNAIC, khususnya dalam peningkatan publikasi ilmiah, pemanfaatan luaran riset oleh masyarakat, serta penguatan jejaring kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
UNNESCO 3rd menghadirkan narasumber nasional dan internal yang kompeten di bidang sains, teknologi, dan kesehatan. Prof. Intan Ahmad, Ph.D. dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung (ITB) menyampaikan materi bertajuk Kemandirian dan Daya Saing Potensi Lokal: Peran Inovasi dan Riset Teknologi. Materi ini menyoroti pentingnya riset dan inovasi sebagai kunci penguatan potensi daerah agar mampu bersaing secara berkelanjutan.
Selain itu, tiga narasumber dari Fakultas Farmasi, Sains, dan Teknologi Universitas Al-Irsyad Cilacap turut mengisi seminar ini. Dr. apt. Septiana Indratmoko, S.Farm., M.Sc. membahas teknologi pengembangan potensi lokal berbasis bahan alam, Dr. apt. Yuniariana Pertiwi, S.Farm., MM. mengangkat tema pengembangan potensi lokal untuk mendukung ekonomi kreatif, serta Dr. apt. Tri Fitri Yana Utami, S.Farm., M.Sc. yang mengulas inovasi hilirisasi sumber daya alam lokal untuk sektor kesehatan.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNAIC, Susanti, M.Keb., menjelaskan bahwa UNNESCO 3rd dirancang sebagai ruang kolaborasi ilmiah yang mendorong lahirnya riset unggulan berbasis potensi daerah.
Seminar nasional ini diikuti oleh 191 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, mahasiswa, praktisi, hingga perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi pemerintah. Tercatat sebanyak 149 peserta non-pemakalah, 25 artikel ilmiah sebagai pemakalah, serta 17 poster penelitian dan pengabdian yang dipresentasikan. Seluruh artikel yang lolos akan dipublikasikan pada e-jurnal UNNESCO yang dapat diakses melalui laman e-jurnal.universitasalirsyad.ac.id/index.php/UNNESCO.
Menariknya, UNNESCO 2025 berhasil menarik partisipasi peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Lampung, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, hingga Kalimantan Barat. Hal ini menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama dalam memperkuat peran riset dan inovasi sebagai penggerak pembangunan berbasis potensi lokal.
Dengan penyelenggaraan UNNESCO 3rd tahun 2025, Universitas Al-Irsyad Cilacap terus menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis potensi lokal.
Informasi lengkap mengenai kegiatan UNNESCO 3rd juga dapat disaksikan melalui kanal YouTube Universitas Al-Irsyad Cilacap pada tautan:
https://www.youtube.com/watch?v=H2idWQzKnTI&t=5850s












